Efektivitas Penggunaan WhatsApp Group Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak

Penulis

  • Rifda Nur Irwani Universitas Muhammadiyah Makassar Author
  • Ahmad Nashir Author
  • Mursyid Fikri Author

Abstrak

Perkembangan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) berdampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk Pendidikan. Ponsel dengan akses internet, terutama melalui WhatsApp, menjadi alat vital dalam penyampaian materi pembelajaran. Di MTsS YPIQ Al-Muzahwirah Makassar, motivasi belajar siswa khususnya pada pelajaran Akidah Akhlak perlu ditingkatkan karena kegiatan pembelajaran terbatas di satu ruangan akibat robohnya bangunan. WhatsApp Group dijadikan solusi dengan memanfaatkan fitur-fitur untuk berdiskusi, mengirim tugas, dan memberikan motivasi, sehingga menjadi alat pembelajaran efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan WhatsApp Group Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTsS YPIQ Al-Muzahwirah Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penggunaan WhatsApp Group terhadap siswa kelas IX di MTsS YPIQ Al-Muzahwirah Makassar tergolong baik. Hal tersebut, dapat dilihat bahwa siswa merasa dimudahkan dalam melakukan pembelajaran. 2) Motivasi belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTsS YPIQ Al-Muzahwirah Makassar sebelum menggunakan WhatsApp Group masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang tepat dengan kondisi ruang belajar yang kurang kondusif. 3) Dampak penggunaan WhatsApp Group dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTsS YPIQ Al-Muzahwirah Makassar dikategorikan cukup baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan keberadaan fitur yang dimiliki WhatsApp dan dapat dilihat dari respon siswa yang aktif dalam melakukan diskusi sehingga siswa lebih bersemangat dalam proses pembelajaran.

Referensi

Abdurrohim, d. (2014). Akidah Akhlak. Jakarta: Kementrian Agama RI.

Ana Maritsa, d. (2001). Pengaruh Teknologi Dalam Dunia Pendidikan. Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, no. 2, 91-100.

Barhomi, C. (2015). The Effectiveness of WhatsApp Mobile Learning Activities Guided by Activity Theory on Student’s Knowledge Mangement. Contemporary Educational Technology, Vol 6 (3), 221-238.

Djamarah, S. B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Fahyuni, E. F. (2017). Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Sidoarjo: 2017.

FIP-UPI, T. P. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT Imperial Bhakti Utama.

Jasri, J., Rahayu, I., Aidil, A. M., & Hajerah, S. (2021). Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Dompet Digital Pada Transaksi Jual Beli. Manajemen, 1(1), 110-115.

Jumiatmoko. (2016). WhatsApp Messenger dalam Tinjauan Manfaat dan Adab. Wahana Akademika, Vol 3 No 1, 54-55.

Kementrian Agama RI. (2009). Al-Qur'an dan Terjemahnya.

Khairuni, N. (2016). Dampak Positif dan Negatif Sosial Media. Jurnal Edukasi, 99-100.

Martins, K. F. (2020). The use of WhatsAApp in today's mobile language teaching and learning. ITM Web of Conferences, Vol. 33, 2.

Monavia Ayu Rizaty. (2023). "Penggunaan WhatsApp Global Capai 2,45 Miliar hingga Kuartal I/2023", Official Website https://dataindonesia.id/digital/detail/pengguna-whatsapp-global-capai-245-miliar-hingga-kuartal-i2023 (28 Agustus).

Muhammad Amri, d. (2018). Aqidah Akhlak. Makassar.

Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai Contoh Proposal). Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UPN "Veteran" Yogyakarta Press.

Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta: Cakra Books.

Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. Banjarmasin: Antasari Press.

Rijal, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah, Vol. 17 No. 33, 91-94.

S, W. C. (2009). The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future. UK: Beacon Press, 63-64.

Sahir, S. H. (2021). Metodologi Penelitian. Yoygakarta: KBM Indonesia.

Santoso, H. A. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: FAJAR MULYA.

Sardiman, A. (2012). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindon Persada.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sation, W. N. (2018). Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Medan: Perdana Publishing.

Setiawan, Z., Rukmana, A. Y., Ariasih, M. P., Nurapriyanti, T., Suryaningrum, D. A., Ambulani, N., ... & Simanjuntak, E. R. (2023). Buku Ajar Digital Marketing. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Sindang, E. ( 2013). Manfaat Media Sosial Dalam Ranah Pendidikan dan Pelatihan. Jakarta: Pusdiklat KNKP.

Siradjuddin, M. (2015). Jagalah Akidah dan Akhlakmu. Makassar: FUI dan LSQ.

Sutisna, A. (2018). Metode Penelitian Kualitatif Bidang Pendidikan. Jakarta: UNJ Press.

Uno, H. B. (2017). Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wiranto, I. Y. (2018). Literasi Kecakapan Hidup Mengenai Media Sosial Agar Tak Menyesal. Jakarta Timur: Badan dan Pembinaan Bahasa.

Zuriah, N. (2007). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Diterbitkan

2024-02-15

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Efektivitas Penggunaan WhatsApp Group Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak. (2024). Jurnal Publikasi Ilmiah, 1(1), 1-19. https://mail.synthesisjournal.com/index.php/JPI/article/view/2